Pernahkah anda naik ojek harus bayar Rp 300.000….?
Untuk ukuran Kota Bandung, mungkin bisa keliling kota Bandung 4 putaran, dari Bojong Soang, Dayeuh kolot, Cibiru, Dago, Ledeng, Cimahi, Cijerah, Caringin tembus ke Kopo, trus ke Tegalega dampai di Alun-alun…. itu bisa makan waktu seharian.
Kejadian itu saya alami tahun 2009 silam di Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, tepatnya di ujung timur Pulau Halmahera adalah hanya untuk perjalanan 25 km bolak-balik dengan waktu sekitar 3 jam.
Sepintas memang terasa sangat mahal, namun menjadi wajar-wajar saja setelah melaluinya. Turunan dan tanjakan yang sangat terjal tersebut memyebabkan harga segitu tidak mahal lagi. Hanya dengan ojek sekelas Honda MegaPro terbaru lah jalan-jalan itu bisa dilalui. Menurut tukang ojek dan penduduk disana, mereka juga bisa membawa kulkas, atau beberapa karung hasil bumi sekali angkut.
Hal pertama yang mengagetkan saya adalah topi saya yang terpelas, itu menunjukkan bahwa mereka mengendarai ojek dengan kecepatan tinggi, meskipun lebar jalan aspal paling cuma sejengkal.
Begitulah transportasi reguler yang ada di wilayah tersebut. Tak aneh kalau harga-harga kebutuhan pokok sangat tinggi, karena biaya transportasi merupakan komponen utama pembentuk harga barang.
Ya….. meskipun tarif ojek super mahal, ternyata sangat masuk akal, karena selain sewa ojek, juga keterampilan mengemudi mereka juga layak dihargai

Tidak ada komentar:
Posting Komentar